Mengurai Akar Keprihatinan Terhadap Pancasila

Judul Buku:
Kembali ke Rumah Pancasila Refleksi terhadap Praksis dan Perumusan Pendidikan ke Depan
Editor:
Yohanes Widodo
Penulis:
Yudi latif, Arie Sujito, Hastangka, Sri Wahyuningsih, Agus Tridiatno, MD Susilowati, Martino Sardi, W. Riawan Tjandra.
Penerbit:
Atmajaya University Press
Tahun: 2012

kembali ke rumah pancasilaKegilasahan elemen bangsa yang melihat kondisi tanah air sejak 2010-2012 menjadi ungkapan keprihatinan dari kalangan akademisi untuk menunjukkan betapa besarnya negeri ini dan betapa mahalnya suatu persatuan dan kesatuan. Nilai persatuan dan kesatuan harus dibayar dengan tetesan air mata, darah, dan pertengkaran. Mengapa negeri ini begitu ambisius dan amarah begitu mudahnya meledak-ledak?, Beberapa pandangan melihat, bahwa negeri ini telah kehilangan nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila. Sejak munculnya berbagai tragedi di tanah air seperti kekerasan, konflik, bencana, korupsi, dan krisis ekonomi telah menjadi bangsa ini terpuruk secara mental dan spiritual.

Kerinduan dan harapan untuk menjadi suatu bangsa yang damai, aman, dan tentram masih menjadi harapan palsu setelah reformasi bergulir beberapa tahun kemudian rasa kedamaian terusik oleh karena kebebasan manusia yang tanpa batas. Buku ini menjadi bagian catatan kecil terkait keprihatinan terhadap hilangnya nilai-nilai Pancasila di masyakarat. Buku ini merupakan hasil dari Seminar Dies Natalis ke-46 UAJY yang membahas bagaimana akar keprihatinan masyarakat terhadap lunturnya roh Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai penulis mencoba memotret kondisi dan situasi eksistensi Pancasila dalam berbagai perspektif.

Pada bagian pertama Yudi Latif memaparkan tentang kembali ke rumah Pancasila; bagian kedua, Arie Sujito memaparkan Membuat Pancasila Kian Bermakna; Hastangka memaparkan Menengok Kurikulum Kurikulum Pendidikan Pancasila; Sri Wahyuningsih memaparkan Aplikasi Pendidikan Pancasila di Sanggar Anak Alam; Agus Tridiatno memaparkan Persatuan yang Memerdekan: Kasus Warga Indonesia Tionghoa; MD Susilowati, memaparkan Upaya Menanamkan Kesadaran Multikulturalisme; Martino Sardi memaparkan Membudayakan nilai-nilai Pancasila, dan W. Riawan Tjandra memaparkan Pancasila sebagai Landasan Etika Birokrasi. Beragamnya perspektif penulis dalam mendekati Pancasila Nampak jelas bagaimana akar keprihatinan terhadap Pancasila diurai secara singkat, jelas dan dengan sudut pandang yang berbeda. Buku ini menarik untuk di baca sebagai tambahan perspektif. Selain itu, tulisan dalam buku ini cukup ringan dan mudah dipahami. Selamat Membaca!

Hastangka, Mahasiswa S3 Filsafat UGM

Leave a Reply

Your email address will not be published.